Pages - Menu

Selasa, 07 Oktober 2014

CONTOH PERGAULAN DAN PENDIDIKAN



BAB I
PENDAHULUAN



A.    Latar Belakang
Pendidikan adalah uasaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta kecerdasan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan juga adalah salah satu usaha mengatur pengetahuan untuk menambahkan lagi pengetahuan yang semula tidak tahu menjadi tahu.
Dalam proses tidak tahu menjadi tahu tersebut manusia mengalami sebuah rangkaian proses pembelajaran. Dimulai dari pembelajaran yang datangnya dari keluarga, kemudian beralih di sekolah dan pada akhirnya peserta didik akan mengaplikasikannya di lingkungan masyarakat. Dalam proses tersebut individu senantiasa berinteraksi dengan individu lainnya di dalam lingkungan pendidikan tersebut. Dalam interaksi tersebut terjadi proses saling mempengaruhi antara individu sehingga akan menimbulkan situasi pergaulan pendidikan tertentu.
B.     Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang kami rumuskan yaitu sebagai berikut
1.      Apa pengertian pergaulan dan pendidikan?
2.      Mengapa pergaulan dikatakan sebagai tempat fenomena pendidikan?
3.      Mengapa fenomena pendidikan berlangsung dalam pergaulan orang dewasa dengan anak?
4.      Apa saja sifat-sifat pergaulan pendidikan?
5.      Bagaimana situasi pergaulan menjadi situasi pendidikan?
6.      Apa saja sifat pendidikan?








1
 
 


C.    Tujuan Penulisan
1.      Mengetahui pengertian pergaulan dan pendidikan.
2.      Mengetahui pergaulan dikatakan sebagai tempat fenomena pendidikan.
3.      Mengetahui fenomena pendidikan berlangsung dalam pergaulan orang dewasa dengan anak.
4.      Mengetahui sifat-sifat pergaulan pendidikan.
5.      Mengetahui situasi pergaulan menjadi situasi pendidikan.
6.      Mengetahui sifat pendidikan.
D.    Metode Penulisan
Metode penulisan yang kami gunakan yakni studi literatur dan berdasarkan pada sumber-sumber lain dalam situs internet.
E.     Manfaat Penulisan
1.      Menjadi referensi dalam pembuatan makalah selanjutnya
2.      Dapat memberikan pengetahuan lebih dalam mata kuliah Pedagogika.
















BAB II
PEMBAHASAN



A.  Pengertian Pergaulan dan Pendidikan
Pergaulan adalah proses interaksi yang dilakukan oleh individu dengan individu yang lain maupun dengan kelompok. Seperti yang dikemukakan oleh Aristoteles bahwa manusia sebagai makhluk sosial (zoon-politicon) yang artinya manusia sebagai makhluk sosial yang tak lepas dari kebersamaan dengan manusia lain. Pergaulan mempunyai pengaruh yang besar dalam pembentukan kepribadian individu. Pergaulan yang ia lakukan itu akan mencerminkan kepribadiannya, baik pergaulan yang positif maupun pergaulan yang negatif.
Adapun pengertian lain tentang pergaulan “Pergaulan adalah dua orang atau lebih bersama-sama mengadakan hubungan antara sesamanya membentuk situasi”. (Sadulloh, 2010, hlm. 107).
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. (Pasal 1 ayat 2 UU RI No. 20 Tahun 2003).
Pendidikan yang sebenarnya berlaku dalam pergaulan antara orang dewasa dan anak. Pendidikan memang kita dapati dalam pergaulan antara orang dewasa dan anak. Pergaulan antara orang dewasa dan orang dewasa tidak disebut pergaulan pendidikan(pergaulan pedagogis) sebab didalam pergaulan itu orang dewasa menerima dan bertanggung jawab sendiri terhadap pengaruh yang terdapat dalam pergaulan itu.



3
 
 
Pergaulan itu disebut pergaulan pedagogis jika orang dewasa atau si pendidik sadar akan kemampuannya sendiri dalam tindakannya terhadap anak yang “tidak mampu apa-apa” itu, tetapi disamping itu, ia masih ada percaya bahwa anak memiliki kemampuan untuk membantu dirinya sendiri. Lebih jelas lagi: dalam pergaulan dengan anak-anak, orang dewasa menyadari bahwa tindakannya yang dilakukan terhadap anak-anak itu mengandung maksud, ada tujuan untuk menolong anak yang masih perlu ditolong untuk membentuk dirinya sendiri.
B.  Pergaulan sebagai Tempat Fenomena Pendidikan atau Situasi Pendidikan
Manusia adalah makhluk sosial, ia hidup dan bergaul bersama dengan sesamanya.Dalam interaksinya setiap manusia melakukan tindakan-tindakan tertentu, sehingga saling mempengaruhi antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. Berdasarkan pelakunya, pergaulan dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
1.    Pergaulan antara orang dewasa dengan orang dewasa.
2.    Pergaulan antara orang dewasa dengan anak ( orang yang belum dewasa).
3.    Pergaulan antara anak dengan anak.
Dalam setiap jenis pergaulan terdapat suatu situasi tertentu, yaitu suatu keadaan yang mempunyai bentuk dan tujuan tertentu dari pergaulan yang bersangkutan. Berdasarkan pengalaman hidup sehari-hari kita dapat membedakan dua macam situasi pergaulan, yaitu:
1)   Situasi pergaulan biasa atau situasi pergaulan bukan pendidikan.
Sadulloh (2010) jika dalam suatu pergaulan antara orang dewasa dengan anak didasarkan atas niat untuk memuaskan keinginan orang dewasa, untuk keuntungan orang dewasa, tidak didasarkan untuk mencapai tujuan pendidikan (baik tujuan umum, tujuan tak lengkap, tujuan sementara, tujuan insidental, dan tujuan intermedier), maka situasi yang tercipta bukan situasi pendidikan melainkan situasi pergaulan.
2)   Situasi pendidikan.
Sadulloh (2010) situasi pendidikan berlangsung dalam situasi pergaulan yang merupakan ladang yang subur bagi terjadinya situasi pendidikan tersebut. Dengan demikian situasi pendidikan hanya berlangsung dalam situasi pergaulan yang didasarkan atas suatu tujuan pendidikan.
Dengan demikian dapat disimpulkan di dalam pergaulan mungkin mengandung situasi pergaulan biasa atau mungkin pula mengandung situasi pendidikan. Sekalipun belum tentu semua pergaulan mengandung fenomena pendidikan, tetapi fenomena pendidikan itu pada hakikatnya berada di dalam pergaulan.
C.  Fenomena Pendidikan Berlangsung Dalam Pergaulan Orang Dewasa Dengan Anak
Berdasarkan pelakunya, pergaulan dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu pergaulan antara orang dewasa dengan orang dewasa, pergaulan orang dewasa dengan anak, dan pergaulan anak dengan anak. Adapun fenomena pendidikan hanya berlangsung di dalam pergaulan antara orang dewasa dengan anak. Mengapa demikian? Karena orang dewasa adalah orang yang sudah jelas siapa sesungguhnya dia. Ia mempunyai kelebihan pengetahuan, keterampilan, sikap, nilai, dan norma- dibanding anak, adapun semua itu harus sudah direalisasikan dalam setiap perbuatannya. Dengan kata lain, semua itu harus sudah terintegrasi dalam dirinya. Dalam peraulan pendidikan, terintegrasinya pengetahuan, keterampilan, sikap, nilai dan norma pada diri pendidik sangatlah ideal. Sebab, hal ini merupakan cara atau metode mendidik dalam mempengaruhi anank didik yang akan turut menentukan keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan.
D.  Sifat- sifat Pergaulan Pendidikan
M . J. Langeveld (1980:20-21) mengemukakan adanya dua sifat pergaulan dalam rangka pendidikan, yaitu:
1.    Bahwa dalam pergaulan orang berusaha mempengaruhi;
2.    Pengaruh itu datangnya dari orang dewasa (atau yang diciptakan oleh orang dewasa, seperti: sekolah, buku, peraturan, hidup sehari-hari, dsb.) yang ditujukan kepada anak agar mencapai kedewasaan.

Pengaruh orang dewasa kepada anak dikatakan mendidik hanya jika tindakan atau pengaruh itu diberikan secara sengaja dan bersifat positif. Artinya, bahwa pengaruh itu secara disadari diciptakan atau diberikan oleh orang dewasa kepada anak; selain itu bahwa isi tindakan atau pengaruhnya itu bersifat membantu anak agar cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri atau terarah kepada pencapaian kedewasaan.
E.  Kemungkinan Dan Sifat Perubahan Situasi Pergaulan Biasa Menjadi Situasi Pendidikan
1.    Situasi pergaulan biasa pada saat tertentu dapat diubah menjadi situasi pendidikan. Sebaliknya, pada saat tertentu pula situasi pendidikan dapat berubah menjadi situasi pergaulan biasa. “Pergaulan itu seakan-akan disediakan untuk memungkinkan munculnya gejala pendidikan dan … yang setiap waktu pula bersedia “menyimpan kembali” gejala pendidikan itu” (M.J. Langeveld. 1980:29).
Sifat yang harus dipenuhi dalam mengubah situasi pergaulan biasa menjadi pergaulan pendidikan. Menurut M.J. Langeveld (1980:30-31) ada dua sifat yang harus diperhatikan apabila pendidik akan mengubah situasi pergaulan biasa menjadi situasi pendidikan, yaitu :
a.    Kewajaran (wajar)
Perlunya kewajaran dalam mengubah situasi pergaulan biasa menjadi situasi pendidikan hendaknya dilakukan secara wajar sehingga tidak tampak jelas dan tidak dirasakan kesengajaannya oleh anak didik, walaupun sesungguhnya pengubahan situasi pergaulan itu secara sengaja diciptakan oleh pendidik. Dalam keadaan seperti ini anak biasanya hampir tidak menyadari bahwa situasi pergaulan yang sedang berlangsung telah berubah menjadi situasi pendidikan, sehingga dengan demikian anak menerima pengaruh pendidik secara wajar pula.




b.    Ketegasan (tegas)
Perlunya ketegasan dalam mengubah situasi pergaulan biasa menjadi situasi pendidikan. Tegas disini maksudnya harus menunjukan kejelasan perbedaan antara pengetahuan, sikap, nilai-nilai, dan perbuatan yan benar atau baik dengan yang salah atau tidak baik.
2.    Kepercayaan sebagai syarat teknik pendidikan. M.J. Langeveld (1980:33) menyatakan bahwa “perhubungan yang berdasarkan percaya mempercayai merupakan syarat teknik bagi pendidikan”.
3.    Lingkungan pendidikan.Secara umum lingkungan pendidikan dibedakan kedalam 3 jenis yaitu ;
a.    Lingkungan pendidikan informal (Keluarga)
b.    Lingkungan pendidikan formal (Sekolah)
c.    Lingkungan pendidikan nonformal (Masyarakat)
F.   Sifat Pendidikan
Sifat pendidikan. Pergaulan pendidikan yang tujuan, isi, mode, dan alat pendidikannya tidak sesuai dengan kodrat, martabat dan nilai-nilai kemanusiaan tidak dapat disebut sebagai pendidikan. Oleh sebab itu dinyatakan bahwa pendidikan bersifat normatif. Selain itu, bahwa dalam rangka bertindak di dalam pergaulan pendidikan, pendidik harus memperhatikan dan mempertimbangkan aspek pribadi anak didik. Pendidik juga harus mempertimbankan bahwa anak didik bukan hanya tumbuh dan berkembang sehingga memiliki kecenderungan untuk menjadi “besar”, melainkan juga “ketidakmampuan dan ketergantungannya” yang menuntut asuhan, bimbingan, pengajaran dari pendidik. Selain itu, pendidik pun harus sadar bahwa anak didik pada dasarnya memiliki kebebasan dan keinginan untuk menjadi dirinya sendiri. Semua itu harus diperhatikan sebab, “pergaulan yang tidak menghormati keanakan itu menunjukan kekurangan dan ketidaksempurnaan pedagogis” (M.J. Langeveld, 1980:34).



BAB III
PENUTUP



A.  Kesimpulan
Pendidikan yang sebenarnya berlaku dalam pergaulan antara orang dewasa dan anak. Pendidikan memang kita dapati dalam pergaulan antara orang dewasa dan anak. Pergaulan itu disebut pergaulan pedagogis jika orang dewasa atau si pendidik sadar akan kemampuannya sendiri dalam tindakannya terhadap anak yang “tidak mampu apa-apa” itu, tetapi disamping itu, ia masih ada percaya bahwa anak memiliki kemampuan untuk membantu dirinya sendiri.
B.  Saran
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok dalam bahasan makalah ini tentang pergaulan dan pendidikan. Perlu dipahami, setiap tindakan atau pengaruh yang kita berikan kepada anak haruslah bersifat mendidik.














8
 
 


DAFTAR PUSTAKA


Gumilang, Gilang. (2012). Makalah Mata Kuliah Pedagogik.[online]. Tersedia: http://gilangdawous.wordpress.com/2012/02/24/makalah-mata-kuliah-pedagogik/   [6 Februari 2014].
Rasyidin, Waini. dkk. (2013). Landasan Pendidikan.Bandung:Sub Koordinator MKDP Landasan Pendidikan Jurusan Pedagogik FIP UPI.
Sadulloh, Uyoh. dkk. (2010). Pedagogik (Ilmu Mendidik).Bandung: Alfabeta.
Syaripudin, Tatang. Dan Kurniasih. (2009). Pedagogik Teoritis Sistematis. Bandung:Percikan Ilmu.

Sabtu, 04 Oktober 2014

CONTOH PIDATO TENTANG MENSYUKURI NIKMAT ALLAH

                              PIDATO TENTANG MENSYUKURI NIKMAT ALLAH

 Assalamu’alakum Wr. Wb. Puji dan syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Alloh Swt. Sholawat serta salam marilah kita curah limoahkan kepada junjunan kita Nabi Muhammad Saw. Kepada keluarganya, sahabatnya, dan kepada kita selaku umatnya. amin hadirin yang berbahagia. Pada kesempatan yang indah ini perkenankanlah saya menyampaikan pidato yang berjudul “mensyukuri nikmat Allah” siapa yang tahu arti syukur itu..? Arti syukur adalah berterima kasih dan memuji sang pemberi nikmat yaitu Allah SWT baik secara langsung maupun tidak secara langsung atas karunia atau kebaikan dari Allah. Pengungkapan rasa syukur meliputi tiga hal yaitu : Yang pertama, Mengakui nikmat dalam batin. Artinya kita meyakini bahwa apa saja yang telah kita rasakan, baik yang berbentuk jasmani maupun rohani, itu adalah dari Allah SWT. Yang kedua, adalah membicarakan secara lahir atau lisan yang artinya kita senantiasa mengingat dan menyebut-nyebut kemurahan dan kenikmatan Allah yang telah diberikan kepada kita. Hal ini sesuai firman Allah dalam Al-Qur’an surat Ad-Dhuha ayat 11 yang bunyinya artinya ”Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya.” yang ketiga adalah menjadikan nikmat karunia Allah sebagai sarana taat kepada Allah. Faktor pertama dan kedua belum mencapai nilai haqiqi apabila faktor yang ketiga ini dapat direalisasikan. Dan hanya orang-orang yang berimanlah yang bisa bersyukur dengan sebaik-baiknya. Merekalah yang tahu hakikat syukur yang sebenarnya. Kalau kita lihat dan perhatikan di sekitar kita, betapa banyak nikmat Allah yang telah dikaruniakan kepada hamba-hamba-Nya. Dari nikmat hidup, sarana prasarana penunjang, sampai nikmat yang terbesar yaitu nikmat Iman dan Islam. Dan kalaulah kita hitung nikmat Allah niscaya kita takkan mampu menghitungya. Hal itu karena nikmat Allah sangatlah banyak, sebagaimana Allah berfirman artinya dan jikalau kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu takkan dapat menghitungnya.” Hadirin yang berbahagia. Untuk mendorong para hamba-Nya untuk selalu bersyukur, Allah menjanjikan akan menambah dengan tambahan yang berlipat ganda dan sebaliknya Allah akan memberikan adzab yang pedih bagi mereka yang mengingkari nikmat Allah SWT. Janji Allah ini dapat kita baca pada firman Allah dalam Al-Qur’an surat Ibrahim ayat 7 yang berbunyi: “Sungguh bila kamu bersyukur atas nikmat-Ku akan Aku tambah nikmat-Ku kepadamu namun apabila kamu mengingkari nikmat-Ku, sesungguhnya adzab-Ku amat pedih” Dengan demikian, jika kita dapat mengamalkan firman Allah tersebut, Allah pasti akan melipatgandakan nikmat-Nya dan menjauhkan adzab-Nya. Demikian yang dapat saya sampaikan mudah-mudahan bermanfaat dan dapat kita amalkan dalam kehidupan. Amin Yaa Robbal ‘Alamin.. Wasalamu’alaikum Wr. Wb.

silabus

SILABUS Kelas II Tema 7 : Merawat Hewan dan Tumbuhan Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN 2012 SILABUS KELAS: 2 TEMA: MERAWAT HEWAN DAN TUMBUHAN KOMPETENSI DASAR INDIKATOR KEGIATAN PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN ALOKASI WAKTU SUMBER BELAJAR PPKn
 • Memiliki sikap dan berperilaku baik (jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli/kasih sayang, dan percaya diri) di rumah dan sekolah dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru, sebagai perwujudan nilai dan moral Pancasila. (KI2 – KD2
 • Menjelaskan cara menunjukan sikap kasih sayang terhadap anggota keluarga, guru dan teman
 • Menyebutkan contoh sikap kasih sayang terhadap keluarga, guru, dan teman
 • Menunjukan sikap kasih sayang terhadap keluarga, guru, dan teman Pada Tema ini pembelajaran dilaksanakan 4 minggu Pembelajaran Minggu Pertama
 • Memulai belajar dengan berdoa dengan penuh kehusuan, sikap duduk dan menengadahkan tangan
 • Mengulangi kembali secara bersama-sama lafal doa yang dibaca
 • Melalui pengamatan gambar peserta didik menceritakan sikap kasih sayang dan menuliskan contoh sikap kasih sayang terhadap keluarga, guru dan teman dengan mengisi tabel yang disediakan
 • Peserta didik menyampaikan pikiran kepada teman atau guru tentang cara merawat binatang dibantu dengan gambar cara merawat binatang
 • Peserta didik mengamati hewan dan tumbuhan di sekitar sekolah, kemudian peserta didik melakukan berbagai sikap sesuai dengan kepekaan masing-masing
• Peserta didik berimajinasi terhadap gerakan hewan dan tumbuhan
 • Peserta didik secara bersama-sama memperagakan gerakan-gerakan binatang dan tumbuhan yang ia amati
 • Peserta didik membagikan kertas gambar binatang kepada anggota kelompok sama banyak
 • Peserta didik secara individu membagi 12 gambar binatang kepada 4 anggota kelompok sama banyak
 • Peserta didik menulis kalimat matematika berdasarkan kegiatan di atas/kejadian sehari-hari
 • Peserta didik mempraktekan membagi gambar binatang kepada anggota kelompok secara acak dan berdiskusi apa itu termasuk pembagian?
 • Peserta didik membaca teks tentang merawat hewan dan tumbuhan dengan intonasi yang tepat
 • Peserta didik membacakan kembali isi kalimat yang dibacakan guru
 • Secara individu peserta didik membuat pertanyaan berdasarkan kalimat yang dibaca
 • Peserta didik menyiram tanaman dengan air secukupnya
 • Peserta didik dengan mengamati gambar hemat energy mempraktekan menggunakan listrik seperlunya, seperti mematikan lampu
 • Peserta didik mengucapkan kalimat sapaan, terima kasih dan maaf secara tepat dengan berdemontrasi di depan kelas
 • Peserta didik Mengisi kegiatan sehari-hari pada tabel yang berhungan dengan merawat hewan dan tumbuhan
 • Peserta didik dengan pengamatan terhadap lingkungan menuliskan nama tumbuhan dan hewan di lingkungan sekitar
• Di dalam kelompok peserta didik saling bercerita tentang kebutuhan hewan dan tumbuhan Penilaian 1. Tertulis 2. Lisan 3. Unjuk kerja 4. portofolio 35 menit X 30 JP X 4 Minggu 35 menit X 30 JP
 • Buku sumber/tambahan
 • Diri Anak
 • Teks doa
 • Lingkungan
 • Media Gambar berhubungan kasih sayang
 • Lingkungan sekitar sekolah
 • Tabel kegiatan sehari-hari
 • Gambar tentang binatang dan tumbuhan
• Kalimat sapaan, terima kasih, maa
f • Kertas Karton
• Rubrik penilai Bahasa Indonesia
 • Menerima Bahasa Indonesia sebagai anugrah Tuhan yang dapat digunakan untuk mempersatukan bangsa (KI 1-KD1)
 • Mendengarkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik untuk berdoa (sesuai agama yang dianutnya) di sekolah dan di rumah.(KI 1-KD2)
 • Mengucapkan doa dengan bahasa yang baik sesuai dengan agama yang dianutnya (KI 1-KD3)
 • Menyapa dan menyampaikan ucapan selamat, terima kasih atau permohonan maaf sesuai dengan konteksnya (KI 2-KD1)
 • Gemar menggali informasi melalui membaca dan mendengarkan dari sumber lain berdasarkan rasa ingin tahu (KI 2-KD2)
 • Berperilaku hemat energi dalam kehidupan sehari-hari (KI 2-KD3)
 • Menunjukkan kepedulian terhadap makhluk hidup dalam kehidupan sehari-hari (KI 2-KD4)
 • Membacakan kalimat sederhana dan puisi anak-anak (dengan lafal dan intonasi yang tepat) dan menjelaskan isi (KI 3_KD2)
 • Mendengarkan cerita tentang kegiatan sehari-hari, gambaran tentang alam sekitar, dan memahami isinya (KI 3-KD3)
 • Bercerita tentang pengalaman yang mengesankan (KI 4-KD1)
 • Berbicara spontan tentang diri sendiri dan keluarga (KI 4-KD3)
 • Memelihara hewan dan tumbuhan yang ada di lingkungan sekitar dan menceritakan pengalamannya (KI 4-KD4)
 • Mengamati keadaan dan kenampakan alam, aktivitas makhluk hidup (pada waktu siang dan malam hari) dan menanggapinya secara lisan dengan kalimat [(Seandainya saya _____, saya akan _______.”) berdasarkan hasil pengamatan)] (KI 4-KD6)
 • Menerapkan cara membaca (permulaan) dengan cara yang benar (cara duduk, jarak mata dan buku, cara memegang buku, cara membalik halaman buku, memilih tempat dengan cahaya yang terang) (KI 4-KD8)
 • Menerapkan cara menulis (permulaan)dengan benar (cara duduk, cara memegang pensil, cara meletakkan buku, jarak mata dan buku, dan memilih tempat dengan cahaya yang terang) (KI 4-KD9)
 • Mulai terlihat senang menggunakan bahasa Indonesia dalam mengungkapkan pikirannya kepada teman, guru, orang tua, dan anggota keluarga
 • Mulai terlihat senang menggunakan bahasa Indonesia dalam mengungkapkan perasaannya kepada teman, guru, dan orang tua
 • Bersikap khusuk (menjaga keheningan) dalam mendengarkan doa
 • Mengambil sikap duduk atau berdiri dengan berdiam diri
 • Mencontoh kata-kata dalam doa yang didengar pada saat berdoa sendiri
 • Melafalkan kata-kata teks doa dengan jelas
 • Melafalkan kata-kata teks doa dengan intonasi yang sesuai
• Mengucapkan sapaan yang sesuai
 • Mengucapkan terima kasih secara tepat
 • Mengucapkan maaf secara tepat
 • Menanya sesuatu kepada orang lain
 • Mendengarkan penjelasan tentang sesuatu
 • Mencari informasi dari berbagai media
• Menggunakan air secukupnya
• Menutup kran air setelah digunakan
 • Menggunakan listrik seperlunya
 • Mematikan lampu bila tidak diperlukan
 • Menggunakan peralatan listrik yang berdaya rendah
 • Menggunakan bahan bakar seperlunya
 • Melafalkan kalimat dengan intonasi yang tepat
 • Menyebutkan kembali isi kalimat
 • Menyebutkan hal-hal menarik dari puisi
• Mengajukan pertanyaan berdasarkan kalimat yang dibaca
 • Mengajukan pertanyaan berdasarkan puisi yang dibacakan
• Menyebutkan kegiatan sehari-hari
 • Mengungkapkan keadaan alam sekitar (manusia, benda, binatang, tumbuhan, suasana) yang diamati • Mengajukan pertanyaan berdasarkan cerita yang diperdengarkan Menjawab pertanyaan yang diajukan berdasarkan cerita yang diperdengarkan
 • Memilih peristiwa yang akan diceritakan (di rumah, di jalan, di sekolah, di tempat wisata)
 • Mencertaikan pengalaman yang menyenangkan
• Menceritakan pengalam yang tidak menyenangkan
 • Mengemukakan hal-hal yang diminta secara runut
 • Mengemukakan nkejadian yang dialami secara lancar
 • Melafalkan kata dengan artikulasi yang jelas
 • Menyebutkan nama tumbuhan dan hewan yang ada di lingkungan sekitar
 • Menceritakan kebutuhan tumbuhan dan hewan, misalnya makanan dan air
• Menyiram atau memupuk tumbuhan
 • Memberi makan hewan peliharaan
 • Menceritakan akibat bila tumbuhan tidak disiram dalam waktu lama
 • Menceritakan akibat bila hewan tidak diberi makan dalam waktu lama
 • Menggambar tumuhan atau hewan
• Membedakan keadaan alam (cahaya dan suhu) pada waktu siang dan malam hari
 • Menceritakan aktifitas siswa pada siang waktu dan malam hari
 • Membedakan aktifitas makhluk hidup pada waktu siang dan malam hari.
 • Menyebutkan nama-nama kenampakan alam seperti gunung, sungai, pantai, teluk, sawah, hutan yang ada di lingkungan tempat tinggla dan sekolah
 • Bercerita tentang kelestarian alam yang berada di lingkungan tempat tinggal dan sekolah
 • Berposisi duduk secara benar
 • Meletakkan bacaan dengan jarak mata yang benar
 • Memegang teks bacaan dengan tepat
 • Membalik halaman buku dengan benar
 • Memilih tempat membaca dengan cahaya yang terang
 • Berposisi duduk secara benar
 • Meletakkan buku dengan jarak mata yang benar
 • Memegang alat tulis dengan tepat
 • Memilih tempat menulis dengan cahaya yang terang
 • Merangkai huruf menjadi kata dan kalimat Pembelajaran minggu kedua
 • Memulai belajar dengan berdoa dengan penuh kehusuan, sikap duduk dan menengadahkan tangan
 • Mengulangi kembali secara bersama-sama lafal doa yang dibaca
 • Peserta didik di bagi dua kelompok kemudian bernyanyi tentang lagu “sedang apa, sedang apa, sedang apa sekarang, sekarang sedang apa, sedang apa sekarang?
 • Pesrrta didik dibagi kelompok dan diberi tugas untuk bertanya kepada orang di sekitar sekolah tentang hemat energy, menggunakan peralatan listrik yang berdaya rendah dan menggunakan bahan bakar seperlunya
• Setelah melakukan kegiatan bertanya kepada orang lain peserta didik memilih peristiwa yang akan diceritakan
 • Peserta didik menceritakan pengalaman yang menyenangkan saat bertanya kepada orang di sekitar sekolah
 • Peserta didik menceritakan pengalaman yang tidakmenyenangkan saat bertanya kepada orang di sekitar sekolah
 • Peserta didik mempraktekan menaksir pengukuran benda-benda yang ada di dalam kelas
 • Peserta didik secara individu mengukur benda-benda di dalam kelas dengan ukuran baku dan tidak baku
 • Peserta didik di dalam kelompok gerakan binatang atau hewan
 • Peserta didik melakukan gerakan hewan sesuai dengan urutan tertentu
 • Peserta didik melakukan kegiatan mengukur berat benda dengan alat ukur dan menuliskan hasil pada tabel
 • Peserta didik mengurutkan benda dari yang ringan ke yang berat dan menuliskannya pada tabel
 • Peserta didik melaporkan hasil dari tabel pengukuran berat secara runtut
 • Peserta didik menyampaikan kejadian yang dialami saat mengerjakan tugas tabel pengukuran berat dengan lafal dan artikulasi Penilaian 1. Tertulis 2. Lisan 3. Unjuk kerja 4. Portofolio5. 35 menit X 30 JP
 • Buku sumber/tambahan
 • Diri Anak
 • Teks doa
 • Lingkungan
 • Lingkungan sekitar sekolah
 • Tabel kegiatan penguran panjang dan berat
 • Gambar tentang binatang dan tumbuhan
 • Kalimat sapaan, terima kasih, maaf
 • Kertas Karton Rubrik penilaian
 •
 • Matematika
 • Menunjukkan perilaku adil dalam membagikan sejumlah benda kepada beberapa orang dalam menerapkan konsep pembagian (ki 2-KD3
 • Menentukan nilai terkecil dan terbesar dari hasil pengukuran panjang atau berat yang disajikan dalam bentuk tabel sederhana (ki 3-KD7)
 • Menyatakan suatu bilangan asli sebagai hasil penjumlahan , pengurangan, perkalian atau pembagian dua buah bilangan asli lainnya dengan berbagai kemungkinan jawaban (ki 4-KD 1
 • Mengemukakan kembali dengan kalimat sendiri , menyatakan kalimat matematika dan memecahkan masalah dengan efektif dari masalah yang berkaitan dengan penjumlahan,pengurangan, perkalian, pembagian, waktu, panjang, berat benda dan uang terkait dengan aktivitas sehari-hari di rumah, sekolah, atau tempat bermain serta memeriksa kebenarannya (KI 4-KD2)  Membagi sejumlah benda kepada beberapa orang secara adil  Menulis model/kalimat matematika dari kegiatan/kejadian sehari-hari yang berkaitan dengan pembagian bilangan  Menunjukkan dengan praktek/contoh memberi sejumlah benda kepada beberapa orang secara tidak merata tidak bisa dituliskan dalam bentuk pembagian  Menyebut/membaca pembagian dua bilangan  Menghitung hasil pembagian bilangan
 • Membaca hasil pengukuran panjang atau berat benda dengan penaksiran yang tepat
. • Mengukur panjang berbagai benda dengan alat ukur baku dan tidak baku dan menuliskan hasilnya ke dalam tabel
 • Mengukur berat berbagai benda dengan alat ukur berat dan menuliskan hasilnya ke dalam tabel  Menentukan nilai terkecil atau terbesar dari pengukuran berbagai berat benda, panjang benda dan jarak berbagai tempat dari suatu tempat
 • Menentukan berbagai pasangan bilangan dengan jumlah tertentu
 • Menentukan berbagai pasangan bilangan dengan hasilkali tertentu
 • Menentukan berbagai pasangan bilangan dengan selisih tertentu
 • Menentukan berbagai pasangan bilangan dengan hasilbagi tertentu
 • Membentuk penjumlahan dengan hasil terbesar atau terkecil dari angka-angka dan simbol operasi yang diberikan
• Membentuk pengurangan dengan hasil terbesar atau terkecil dari angka-angka dan simbol operasi yang diberikan  Menceritakan kembali masalah sehari-hari yang sederhana dan berkaitan dengan penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, waktu, panjang benda, jarak suatu tempat, berat benda, atau penggunaan uang  Menggambarkan masalah sehari-hari yang sederhana dan berkaitan dengan penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, waktu, panjang benda, jarak suatu tempat, berat benda, atau penggunaan uang  Menulis model/kalimat matematika dari masalah sehari-hari yang sederhana dan berkaitan dengan penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, waktu, panjang benda, jarak suatu tempat, berat benda, atau penggunaan uang  Menentukan penyelesaian dari kalimat matematika dan masalah sehari-hari yang sederhana dan berkaitan dengan penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, waktu, panjang benda, jarak suatu tempat, berat benda, atau penggunaan uang Pertemuan pembelajaran minggu ketiga
 • Peserta didik memulai pembelajaran dengan berdoa penuh kekhusuan dengan sikap duduk dan menengadahkan tangan
 • Peserta didik dengan mengamati gambar kenampakan alam menyebutkan nama-nama kenampakan alam melalui
 • Peserta didik di dalam kelompok bercerita tentang melestarikan alam yang berada di lingkungan tempat tinggal dan sekolah
 • Peserta didik melakukan permainan mencari pasangan bilangan sesuai dengan jumlah tertentu
 • Peserta didik menyelesaikan lembar kerja mencari pasangan bilangan sesuai dengan jumlah tertentu
 • Peserta didik menyelesaikan penjumlahan dan pengurangan dengan hasil terbesar atau terkecil dari angka-angka dan symbol operasi yang diberikan
 • Peserta didik secara bersama-sama menyanyikan lagu yang berhubungan dengan binatang dan tumbuhan melalui pola iarama lagu birama tiga, pola variasi dan pola irama rata-rata dengan alat music ritmis
 • Peserta didik mempraktekan cara megang pensil dengan posisi duduk yang benar, memegang teks bacaan yang tepat, membalikan halaman buku dengan benar
 • Peserta didik membacakan puisi yang berhubungan dengan hewan dan tumbuhan
• Peserta didik membacakan hal-hal penting dari puisi tersebut
 • Peserta didik mengajukan pertanyaan dari puisi yang dibacakan Penilaian 1. Tertulis 2. Lisan 3. Unjuk kerja 4. portofolio 35 menit x 30 JP
• Buku sumber/tambahan
 • Diri Anak
• Teks puisi
 • Lingkungan sekitar sekolah
• Tabel kegiatan penguran panjang dan berat
 • Gambar teknik memegang pensil yang tepat
 • Gambar tentang kenampakan alam Seni Budaya dan prakarya  Menikmati keindahan karya seni dan lingkungan sekitar sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan (KI-1,KD-1)
 • Menunjukkan percaya diri untuk mengekspresikan diri dalam berkarya, bernyanyi, dan menari (KI-2,KD-1)
• Menunjukkan rasa ingin tahu untuk mengenal alam di lingkungan sekitar sebagai ide untuk berkarya (KI-2, KD-2
) • Mengenal pola irama lagu bertanda birama tiga, pola bervariasi dan pola irama rata dengan alat musik ritmis (KI-3, KD-2)
 • Membedakan aneka jenis benda bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai karya kreatif dan olahan makanan (KI-3, KD-4)
 • Menirukan gerak binatang dengan mengamati secara langsung atau media rekam menggunakan tempo cepat, sedang, lambat (KI-4, KD-9)
 • Melakukan gerak binatang dengan mengamati secara langsung atau media rekam menggunakan tempo cepat, sedang,lambat. (KI-4, KD-10)
 • Memiliki kepekaan kasih sayang terhadap hewan dan tumbuhan hasil ciptaan Tuhan
 • Mendeskripsikan kasih sayang terhadap hewan dan tumbuhan dan karya seni sebagai anugerah Tuhan
 • Memperagakan gerak binatang berdasarkan hasil pengamatan dengan percaya diri
 • Melakukan gerak binatang sesuai dengan langkah-langkah atau urutan yang telah ditentukan
 • Memperagakan gerak binatang berdasarkan hasil pengamatan dengan percaya diri
 • Melakukan gerak binatang sesuai dengan langkah-langkah atau urutan yang telah ditentukan
 • Mengidentifikasi gerak binatang yang terkait dengan tari
 • Mengidentifikasi gerak binatang dengan menggunakan tempo gerak
 • Menirukan gerak binatang
 • Memperagakan gerak binatang berdasarkan hasil pengamatan dengan percaya diri
 • Melakukan gerak binatang dengan menggunakan tempo, cepat, sedang Pendidikan jasmani dan Orkes • Menghargai tubuh sebagai anugrah Tuhan yang tidak ternilai (KI 1-KD 1)
 • Menunjukkan perilaku percaya diri dalam melakukan berbagai aktivitas fisik dalam bentuk permainan yang menyenangkan.( KI 2 KD 1)
 • Menunjukkan kemauan kerjasama dalam melakukan berbagai aktivitas fisik dalam bentuk permainan yang menyenangkan (KI 2 – KD 2)
 • Memiliki perilaku hidup sehat (KI 2-KD3)
 • Mempraktikkan variasi pola gerak dasar lokomotor yang dilandasi konsep gerak dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau tradisional (KI 4-KD1)
 • Mempraktikkan aktivitas jasmani untuk pengembangan kecepatan, kelenturan dan kekuatan melalui permainan (Ki 4-KD5)
 •
 • Mempraktikkan variasi gerak berjalan berirama
• Mempraktikan variasi gerak melenggok berirama
 • Mempraktikkan variasi gerak mengayun berirama Pertemuan Minggu Keempat
• Peserta didik memulai pembelajaran dengan berdoa penuh kekhusuan
 • Melafalkan doa dengan lafal dan intonasi yang tepat
 • Dengan mengamati gambar peserta didik mencatat cara-cara memelihara hewan dan tumbuhan
 • Peserta didik mempratekan menyiram dan memupuk tumbuhan
• Peserta didik member makan hewan di sekitar sekolah  Peserta didik Menceritakan kembali masalah sehari-hari yang sederhana dan berkaitan dengan perkalian, pembagian, waktu, panjang benda, jarak suatu tempat, berat benda, atau penggunaan uang  Peserta didik menggambarkan masalah sehari-hari yang sederhana dan berkaitan dengan perkalian, pembagian, waktu, panjang benda, jarak suatu tempat, berat benda, atau penggunaan uang  Peserta didik menulis model/kalimat matematika dari masalah sehari-hari yang sederhana dan berkaitan dengan penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, waktu, panjang benda, jarak suatu tempat, berat benda, atau penggunaan uang
 • Peserta didik menentukan penyelesaian dari kalimat matematika dan masalah sehari-hari yang sederhana dan berkaitan dengan penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, waktu, panjang benda, jarak suatu tempat, berat benda, atau penggunaan uang
 • Peserta didik menuliskan gerak binatang yang berhubungan dengan tari
 • Peserta didik menuliskan gerak binatang dengan menggunakan tempo gerak
 • Peserta didik menirukan gerak binatang yang diamati
 • Peserta didik memperagakan gerak binatang berdasarkan hasil penagamatan
 • Peserta didik memperagakan gerak binatang dengan menggunakan tempo cepat, sedang, dan lambat Penilaian 1. Tertulis 2. Lisan 3. Unjuk kerja 4. portofolio 35 x 30 JP
• Buku sumber/tambahan
 • Diri Anak
 • Teks doa
 • Lingkungan
• Lingkungan sekitar sekolah
 • Gambar tentang binatang dan tumbuhan

kata pengantar



KATA PENGANTAR


Puji syukur kami penjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Bentuk dan Prosedur Pengembangan Perencanaan Pembelajaran “.
Dalam makalah ini membahas tentang pengertian perencanaan pembelajaran, bentuk-bentuk perencanaan pembelajaran, pengembangan perencanaan pembelajaran, pengertian silabus, isi dan manfaat silabus, langkah-langkah dalam pengembangan silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan langkah-langkah menyusun RPP.
Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran yang membangun dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Akhirnya penulis berharap semoga Allah memberikan ilmu yang lebih baik dan bermanfaat pada mereka yang telah membaca dan memberikan penilian dan saran atas makalah penulis ini, semoga dibalas oleh Allah SWT sebagai ibadah, Amiin Yaa Robbal ‘Alamiin.


Tasikmalaya,    Februari 2014

Penulis